Monday, February 25, 2013

KNAVES TURNED HONEST

THE GRUMBLING HIVE - KNAVES TURNED HONEST

By Bernard Mandeville

The root of all Evil, Avarice,
The damn'd ill-natur'd baneful Vice,
Was slave to Prodigality,
That noble Sin; Whilst Luxury
Employed a Million of the Poor,
And Odious Pride a Million more:
Envy itself, and Vanity,
Were ministers of Industry;
Their darling Folly, Fickleness,
In Diet, Furniture and Dress,
That strange ridic'lous Vice, was made
The very Wheel that turn'd the Trade.

Wednesday, February 20, 2013

The Beauty of Mathematics - What Makes 100%?

What makes 100%? What does it mean to give MORE than 100%? Ever wonder about those people who say they are giving more than 100%?

We have all been to those meetings where someone wants you to give over 100%. How about achieving 103%? 

Here's a little mathematical formula that might help you answer these questions:

If: A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z is represented as: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26, then:

H-A-R-D-W-O-R-K 8+1+18+4+23+15+18+11 = 98% and,

K-N-O-W-L-E-D-G-E  11+14+15+23+12+5+4+7+5 = 96% 

But, A-T-T-I-T-U-D-E 1+20+20+9+20+21+4+5 = 100%

And, B-U-L-L-S-H-I-T   2+21+12+12+19+8+9+20 = 103% and, look!

How far ass kissing will take you: 

A-S-S--K-I-S-S-I-N-G   1+19+19+11+9+19+19+9+14+7 = 118%

Note:

Not my original idea. Got somewhere in the Internet.  Enjoy....

Saturday, February 16, 2013

Quo Vadis Malaysia!

Wither goest thou Malaysia?

Semua suka lihat current govt tumbang, semua suka govt sekarang hancur. Tak der sapa memikirkan selepas tumbang & hancur, jadi apa? Dulu Egypt, etc melalui haqiqat yang sama ...konon untuk Liberty, Freedom, Democracy, Justice (LFDJ). Now they got what they wanted... LFDJ the "Law of the Jungle" way - anarchy, havoc, chaos!.

Quo Vadis Malaysia?

Tuesday, February 5, 2013

Parti

Aku yang bukan aku lagi di majlis ini
yang menilai erti tamadun dengan sinis sekali
yang menyerikan malam dengan nion warna warni
dengan ganja dan malboro serta gadis lincah
yang manis yang manja yang menggila
yang sweet seventeen yang bermini
yang membayang dengan fesyen yang paling latest dipamerkan
yang ketat yang padat yang harum bau topaz
yang melondeh yang terkeweh di tengah gelanggang

Aku bukan aku lagi di situasi yang gentleman ini
yang harus sporting yang harus kontemporary
yang harus melonggarkan sopan-santun dan berbudi-budi
jika para peria dan gadis manisku yang di sini
yang ada siangnya memakai uniform seragam putih dan hijau
yang pada siangnya membimbit buku dan jalan atas batu
di malam ini ia ketawa dan ia rela disentuh raba
di malam ini ia girang ia tidak keseorangan
di sudut-sudut kelam dalam rangkulan peria berambut panjang

Aku yang bukan akau lagi dalam keadaan yang normal ini
yang harus menyangkutkan tatamoralis di gelas anggur
yang harus bermuka-muka sekali pun dengan egoku
jika tamu dan jagonya dari elite yang ideal sekali
yang senyum lebar ala hippies di atas pentas
berbicara lagak Tom Jones garau suaranya
dengan gadis manis beralis lentik Max Factor
menari menyanyikan lagu Love is Blue
penuh emosional dan menggetar kalbu
malam yang ganas yang lunak yang menghairahkan
tika kugiran kian rancak dengan caca dan twist
kini tiada yang abnormal dan mengantuk layu
segalanya segar bugar segalanya meloncat bersama pasangan
yang minum yang menanti yang terus menari
yang mesra yang membisik-bisik ke telinga
bertukar gelas bertukar tangan bertukar rangkulan

Aku yang kembali normal di malam itu
terasa jauh datarnya nilai reality ini
sekeping hati telah cacat cedera
dalam kehangatan itu ku hirup sebuah keruntuhan
gadis periaku yang hanyut di tengah jalan.

( Ahmad Sarju : Mastika )

Wangian Yang Hilang di Timur Jauh 

Melayu itu orang yang bijaksana
Nakalnya bersulam jenaka
Budi bahasanya tidak terkira
Kurang ajarnya tetap santun
Jika menipu pun masih bersopan
Bila mengampu bijak beralas tangan
Melayu itu berani jika bersalah
Kecut takut kerana benar
Janji simpan di perut
Selalu pecah di mulut
Biar mati adat, jangan mati anak
Melayu di tanah semenanjung luas maknanya

Jawa itu Melayu, Bugis itu Melayu
Banjar juga disebut Melayu
Minangkabau memang Melayu
Keturunan Acheh adalah Melayu
Jakun dan Sakai asli Melayu
Arab dan Pakistani, semua Melayu
Mamak dan Malbari serap ke Melayu
Malah mualaf bertakrif Melayu (setelah disunat anunya itu)

Dalam sejarahnya
Melayu itu pengembara lautan
Melorongkan jalur sejarah zaman
Begitu luas daerah sempadan
Sayangnya kini segala kehilangan
Melayu itu kaya falsafahnya
Kias kata bidal pusaka
Akar budi bersulamkan daya
Gedung akal laut bicara

Malangnya Melayu itu kuat bersorak
Terlalu ghairah pesta temasya
Sedangkan kampung telah tergadai
Sawah sejalur tinggal sejengkal
Tanah sebidang mudah terjual
Meski telah memiliki telaga
Tangan masih memegang tali
Sedang orang mencapai timba
Berbuahlah pisang tiga kali

Melayu itu masih bermimpi
Walaupun sudah mengenal universiti
Masih berdagang di rumah sendiri
Berkelahi cara Melayu
Menikam dengan pantun
Menyanggah dengan senyum
Marahnya dalam diam
Merendah bukan menyembah
Meninggi bukan melonjak

Watak Melayu menolak permusuhan
Setia dan sabar tiada sempadan
Tapi jika marah tak nampak telinga
Musuh dicari ke lubang cacing
Tak dapat tanduk telinga dijinjing
Maruah dan agama dihina jangan
Hebat amuknya tak kenal lawan

Berdamai cara Melayu indah sekali
Silaturrahim hati yang murni
Maaf diungkap senantiasa bersahut
Tangan diulur sentiasa bersambut
Luka pun tidak lagi berparut
Baiknya hati Melayu itu tak terbandingkan
Segala yang ada sanggup diberikan
Sehingga tercipta sebuah kiasan:
“Dagang lalu nasi ditanakkan
Suami pulang lapar tak makan
Kera di hutan disusu–susukan
Anak di pangkuan mati kebuluran”

Bagaimanakah Melayu abad dua puluh satu
Masihkah tunduk tersipu–sipu?
Jangan takut melanggar pantang
Jika pantang menghalang kemajuan
Jangan segan menentang larangan
Jika yakin kepada kebenaran;
Jangan malu mengucapkan keyakinan
Jika percaya kepada keadilan
Jadilah bangsa yang bijaksana
Memegang tali memegang timba
Memiliki ekonomi mencipta budaya
Menjadi tuan di negara Merdeka 

Beautifully written by USMAN AWANG